Soal Urus Sertifikat, Camat Darlis Bantah Berharap Amplop dan Arogan Pada Kaur Desa

 


PESAWARAN- Camat Gedongtataan, Darlis, membantah berharap Amplop dan berlaku Arogan serta mengucapkan  kata- kata kasar kepada Kaur Umum  Desa Kebagusan, Dwi Sumartini Siwi, terkait pengurusan dan penandatangan Surat Keterangan Ahli Waris, pada pembuatan Surat Hak Milik (Sertifikat) bagi warga penerima Program Bedah Rumah.

" Ah, gak benar itu, kalo saya berharap Amplop dan berkata lantang serta kasar kepada Siwi, waktu menemui saya,  saat menyerahkan berkas  keterangan Ahli Waris untuk ditandatangani, sebagai syarat pembuatan sertifikat warga penerima bantuan Program Bedah Rumah," bantahnya, Rabu, (2/8/2026)

" Dan lagi, kalo saya bertindak Arogan  yang membuatnya sakit hati, gak mungkin lah, habis saat permisi pamit, Siwi waktu salaman, masih mencium tangan saya, itu aja ukurannya," imbuhnya

 Makanya  Dia malah jadi heran waktu mengetahui di  pemberitaan menyebutkan dirinya tidak bersedia menandatangani berkas,karena tidak ada Amplopnya, sehingga  bersikap arogan, kasar dan tidak beretika, sehingga membuat Siwi merasa di permalukan

Padahal sambungnya dari datangnya Siwi bersama temannya ke kantor, itu kata Darlis, Dia terima dengan baik, bahkan langsung di ajak masuk keruang kerjanya,  menyambut berkas untuk diperiksa dan diteliti secara seksama

Karena  memang kata Darlis,  berdasarkan pengalamannya, dalam pengajuan pembuatan Sertifikat di perlukan ketelitian dan kehati- hatian terkait kedudukan dan urutan para Ahli Waris dalam suatu keluarga, agar tidak ditemukan adanya  kesalahan, yang berakibat harus berulang- ulangnya melakukan perbaikan.

" Jadi bukan saya tidak mau tandatangan karena tidak ada amplopnya, tapi karena berkas keterangan urutan ahli waris, yang disodorkan,  itu memang  belum jelas dan masih meragukan, itu saja," tegasnya

Seperti, terdapatnya  sejumlah kejanggalan  ketidakjelasan dan kesesuaian pada urutan nama ahli waris yang tercantum pada berkas, yang menurutnya masih perlu untuk di lakukan perbaikan. 

" Nah ! Waktu saya tanyakan pada Siwi atas masih terdapat banyaknya kesalahan dalam urutan dan penentuan ahli waris di berkas tersebut, Siwi ketus spontan menjawab " saya tidak tahu menahu soal isi dalam berkas, tugas saya cuma mengantar saja !," terang Darlis menirukan ucapan Siwi.

Menyikapi jawaban ketus  Siwi, Diakui Darlis dirinya sempat terpancing dengan jawaban yang dinilainya tidak sopan

" Memang  saya akui, saya sempat berkata dengan nada agak keras, saat menanyakan sudah berapa lama kamu bekerja, kok masih tidak faham dan mengerti begitu, itu dimaksudkan bukan untuk menyudutkan atau merendahkannya. Apalagi sampai di asumsikan saya berharap Amplop untuk memperlancar urusan, jelas itu sangat tidak benar dan sangat tidak berdasar samasekali," pungkasnya

Diberitakan sebelumnya, Diduga akibat tidak membawa Amplop untuk menandatangani keterangan  Ahli Waris, guna pembuatan Sertifikat , Camat Gedong tataan,  Darlis,  spontan berang !, dengan suara lantang langsung Semprot  dengan kata-kata kasar kepada Dwi Sumartini Siwi, Kaur Umum  Desa Kebagusan, pembawa  berkas pengajuan warga, dengan tudingan sebagai orang yang tidak faham, tidak mengerti dan tidak bisa bekerja

Karuan ulah Arogan yang  tak beretika yang di pertontonkan sang Camat itu,  membuat sang Kaur tidak terima dan mengancam akan segera melaporkan ulah Camat tersebut ke Inspektorat, sebagai perbuatan tidak menyenangkan dan mencemarkan nama baik. 

" Terus terang, saya tidak terima atas sikap Arogan dan ucapan yang sangat kasar sekali, yang dilakukan Pak Camat kepada saya, yang telah merendahkan harga diri dan bikin saya sakit hati, diperlakukan seperti itu, ini tidak bisa saya terima,"ungkap tegas Dwi saat menceritakan peristiwa yang dialaminya itu, Senin, (31/8/2026)

" Bila perlu akan saya bawa masalah saya ini, kepada Bupati, biar Dia mengetahui ulah Arogan dan tidak terpuji bawahannya itu, kepada seorang wanita di muka umum," imbuhnya (rid)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR