SAMOSIR — Keberlanjutan kawasan Danau Toba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026.
GM BP Toba Caldera UGGp Dr. Azizul Kholis mengatakan pemerintah, pengelola geopark, masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, komunitas dan pelaku pariwisata memiliki peran masing-masing.
Kolaborasi menjadi penting karena keberlanjutan kawasan tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan.
Aspek budaya, pariwisata dan ekonomi masyarakat juga perlu diperhatikan secara bersama-sama.
TCCF mempertemukan unsur budaya dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain Choir Competition dan pertunjukan tari tradisional, kegiatan juga diisi penanaman pohon serta penebaran benih ikan.
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya mengapresiasi TCCF sebagai bentuk nyata mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian alam dan pengembangan ekonomi dapat berjalan dalam satu kerangka pembangunan kawasan.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Danau Toba diharapkan tetap memiliki daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Penulis: Khang Akhyar
Sumber: Badan Pengelola Toba Caldera UGGp

