BLAMBANGAN UMPU, Net News — Tampuk kepemimpinan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Way Kanan tidak mengalami perubahan. Machiavelli Herman Tarmizi secara resmi kembali ditunjuk untuk mengomandoi organisasi catur tersebut lewat Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung di Aula Umpu Semenguk, Inspektorat Way Kanan, Kamis (17/9).
Keputusan tersebut diambil secara mufakat oleh seluruh peserta Muscab yang hadir. Selain menentukan sosok ketua, forum ini dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi kinerja pengurus lama sekaligus merumuskan strategi pembinaan para pecatur lokal untuk masa mendatang.
Bismi Janadi selaku Ketua Pelaksana Muscab menyampaikan bahwa momentum ini menjadi titik awal penyegaran struktur organisasi. Harapannya, kepengurusan baru mampu membawa iklim pembinaan atlet yang jauh lebih solid dan terarah.
Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Way Kanan. Mewakili Ketua KONI, Kabid Kepemudaan Iput Syaifudin mengapresiasi peran PERCASI yang selama ini menjadi lumbung medali. Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) edisi sebelumnya, catur menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang emas terbanyak bagi daerah. Ia berharap capaian manis tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan pada ajang berikutnya.
Meski begitu, tantangan besar masih membayangi pengurus baru. Muscab menyerap sejumlah kendala krusial di lapangan, mulai dari minimnya ketersediaan pengukur waktu (timer) pertandingan yang memadai hingga terbatasnya jumlah wasit bersertifikasi standar. Pembenahan fasilitas serta SDM penunjang ini menjadi prioritas utama agar ajang kejuaraan dan proses latihan dapat berjalan lebih profesional.
Menjawab tantangan tersebut, Machiavelli dalam pemaparan program kerjanya menegaskan komitmen untuk memfokuskan arus kepengurusan pada penguatan kapasitas atlet. Target utamanya adalah menambah perolehan emas di berbagai kejuaraan. Selain itu, program kaderisasi atlet muda akan dipacu secara merata tanpa membedakan gender demi menjaga rantai regenerasi pecatur daerah.
Ia mengibaratkan dinamika catur serupa dengan perjalanan hidup. Setiap tindakan membutuhkan perencanaan yang matang, sebab setiap keputusan yang diambil tidak bisa ditarik kembali. Di samping itu, sistem transparansi dan evaluasi berkala akan diterapkan demi menjaga keharmonisan hubungan antara pengurus, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan.


