Pada Bantuan Mabeler Beraroma Pungli, Disdikbud Pesawaran Diduga Kondisikan Kepsek, Sebelum di Periksa Inspektorat


PESAWARAN- Tidak ingin keterlibatannya terungkap, Disdikbud  Pesawaran ditengarai  lakukan  intervensi terhadap kasus pungutan beraroma pungli terhadap sejumlah SDN Gedongtatan, yang mendapatkan bantuan mabeler tahun 2025, yang kasusnya sedang ditangani  Inspektorat setempat.

Berdasarkan informasi yang didapat, modus yang digunakan pihak Disdikbud agar pihaknya tidak terlibat dalam kasus pungutan tersebut, diindikasikan dengan cara melakukan pengkondisian, intimidasi dan ancaman kepada para kepala sekolah penerima bantuan, untuk patuh terhadap arahan yang diberikan Dinas, seperti harus kompak untuk membantah dan tidak mengakui adanya pungutan dalam program bantuan mabeler tersebut.

Pengkondisian, Intimidasi beserta  ancaman Disdikbud ini, dilakukan dengan cara mengumpulkan 10 Kepsek penerima bantuan di Kantor Korwil Pendidikan Gedongtataan, untuk di berikan arahan, sebelum memenuhi panggilan Inspektorat.

" Benar, kami para kepsek penerima bantuan, pada Kamis pagi, (19/2/2026) sebelum memenuhi  panggilan Inspektorat, dikumpulkan di Kantor Korwil, disitu kami di brifing oleh pihak Dinas, untuk satu kata, untuk mengatakan tidak ada pungutan dalam bantuan mabeler tersebut." 

" Apabila kami tidak mematuhi  terhadap permintaan Dinas itu, kami diancam, jabatan kami selaku kepsek segera akan di copot," ungkap salah satu Kepsek, penerima bantuan, yang tidak ingin disebutkan, Jumat, (20/2/2026)

Sementara itu, sebelumnya Irban Investigasi Inspektorat Pesawaran, Asoka mengatakan, pada proses penanganan kasus pungutan ini, pihak nya sesuai regulasi dan mekanisme yang dijalankan, dalam mengungkap ada tidaknya pungli, tergantung pada bukti akurat yang mendukung, terkait ada tidaknya terjadi praktek  pungli pada bantuan itu.

" Kalo tidak, sedang pengakuan dari para kepsek saat kami periksa,  kompak mengatakan tidak ada pungutan pada bantuan itu, ya otomatis kasus ini selesai," ujar Asoka

Sementara saat di informasikan kepada Asoka, bahwa telah terjadi pengkondisian, intimidasi dan ancaman, di tengarai dilakukan Disdikbud, dengan cara mengumpulkan dan brifing 10 Kepsek penerima bantuan di Kantor Korwil Gedongtatan, sebelum memenuhi panggilan Inspektorat untuk menjalani pemeriksaan. Hanya satu kalimat singkat yang meluncur dari mulut Asoka," iya tah, kepsek dikumpulkan Dinas, sebelum kesini ! ," respon Asoka seperti kaget ( rid )


SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR