BANDARLAMPUNG- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, Plt M. Nur Ramdan terlihat sengaja menghindar saat ingin di konfirmasi, terkait Polemik indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), yang terjadi pada penerapan rangkap jabatan Kepala Sekolah Pendidikan Dasar di kota setempat.
Kesan ragu- ragu dan ogah- ogahan, atas ketersediaannya untuk di konfirmasi tampak sangat jelas diperlihatkan sang kadis kepada media ini yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya, sebagai bentuk perimbangan berita.
Ketidak siapan dan keraguan kadis untuk di konfirmasi, di pertontonkan dari cara pegawai petugas piket penerima tamu, yang harus bulak- balik mundar- mandir dari ruang penerima tamu ke ruang kadis, sekedar untuk minta kepastian bersedia tidaknya kadis di konfirmasi terkait masalah rangkap jabatan tersebut.
Hal ini bisa dibuktikan dari penjelasan petugas penerima tamu, kepada Awak media yang ingin bertemu kadis, yang telah sabar menunggu di ruang tamu lebih dari 2 jam tanpa kepastian.
Terlebih lagi, pesan yang disampaikan petugas, cenderung serba tidak ada kepastian, dari alasan kadis sedang rapat internal, sedang istirahat (isoma), sampai endingnya " Maaf bang kadisnya sudah keluar kantor," ucap petugas piket tadi, Senin, (8/6/26), tanpa menjelaskan lewat pintu mana kadis ngeloyor keluarnya.
Sementara, Ketua Persaudaraan Idialis Inspirasi(PiiL) Lampung, Jamaliun menyayangkan tindakan Kadis M. Ramdan, yang terkesan menghindar, dengan tidak ingin menemui media yang akan konfirmasi soal masalah yang terjadi pada lembaga yang dipimpinnya.
" Saya sesalkan sikap kadis, jangan karena kasus terjadi bukan di jamannya, sampe gak mau menerima kedatangan awak media, yang ingin konfirmasi, soal masalah yang terjadi pada instansi yang sekarang dipimpinnya," kata Jamal
Sebab dengan cara menghindar, yang di lakukan kadis, menurutnya bukan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah, tapi mungkin akan menimbulkan masalah baru, yang memperkuat dugaan dirinya sengaja melakukan pembiaran, bukan sebaliknya mencarikan solusi, agar persoalan segera di selesaikan dan di tuntaskan.
" Kalo lari- lari terus, dengan cara menghindar seperti itu, ya ini sih bukannya masalah akan jadi selesai, tapi malah akan memunculkan masalah baru, yang bisa saja akan melibatkannya, lihat saja nanti," ungkapnya
Kalau misal sambungnya, alasan kadis menghindar karena Dia tidak ingin terseret pada ranah persoalan yang diduga di ketahui nya menyalahi aturan dan sarat dengan KKN itu. Dan Ia takut salah bicara saat di wawancarai, yang akan berdampak pada ketakutan kehilangan jabatan yang sementara di embannya belum Defenitif.
" Masalah yang muncul kepermukaan, ini kan perlu di selesaikan dan di carikan solusi penyelesaiannya, bukan di biarkan atau di hindarkan, karena publik ingin tahu dan menunggu Action apa yang akan di lakukan kadis selaku pimpinan, dalam menyelesaikan dan menuntaskan kasus yang terjadi dirumahnya, itu saja!," pungkasnya (rid)


