Kabupaten Bogor – Onenews.co.id || Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi dalam kegiatan rekrutmen tenaga kerja tanpa syarat ijazah yang digelar di SPPG Dapur Bojong Jengkol II, Desa Bojong Jengkol Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Selasa (20/01/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga sudah memadati lokasi pendaftaran dengan penuh harapan untuk mendapatkan kesempatan bekerja.
Program penerimaan calon relawan dan tenaga kerja dapur makan bergizi gratis ini rencananya akan mulai beroperasi pada akhir Januari 2026. Berdasarkan data panitia, jumlah pelamar yang hadir mencapai lebih dari 200 orang, bahkan mendekati 300 pendaftar, sementara kuota awal yang disiapkan hanya sekitar 47 orang.
Presiden Direktur Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR), Aditya Pratama, S.E., S.H., CDMP, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat. Ia menilai hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa program ini sangat dibutuhkan oleh warga, khususnya mereka yang selama ini terkendala persyaratan administrasi seperti ijazah.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat luar biasa. Sejak pagi hari warga sudah mengantre untuk mendaftar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Bojong Jengkol, Bapak Awaludin Marifatullah, atas dukungan penuh yang diberikan. Program ini kami jalankan bersama mitra dengan harapan dapat terus bersinergi dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Aditya Pratama.
Aditya menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen IFSR dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membuka akses lapangan kerja yang lebih inklusif bagi masyarakat lokal.
“Kami meyakini bahwa kesempatan kerja tidak semestinya hanya diukur dari ijazah, tetapi juga dari kemauan bekerja, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Melalui program ini, masyarakat dapat terlibat langsung dalam sistem pangan yang aman dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam rekrutmen tersebut, tersedia berbagai posisi penting untuk mendukung operasional dapur, mulai dari Petugas Pengadaan Bahan, Gudang, Distribusi, Sanitasi dan Keamanan Pangan, Quality Control (QC), Admin Data atau Operator, Dokumentasi dan Pelaporan, Petugas Kebersihan, hingga Petugas Keamanan. Seluruh posisi tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan kelancaran distribusi pangan.
Dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bojong Jengkol menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program ini. Peran aktif pemerintah desa dinilai mampu menjembatani kebutuhan warga dengan program pemberdayaan yang dihadirkan yayasan.
Salah seorang pelamar, Marni, warga Kampung Cinangneng RW 02/01, Desa Bojong Jengkol, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya bisa diterima bekerja.
“Saya sangat bersyukur ada program seperti ini. Mudah-mudahan saya bisa diterima dan bekerja di dapur MBG. Ini kesempatan besar untuk membantu ekonomi keluarga kami,” tuturnya.
Sejumlah warga lainnya juga menyampaikan apresiasi atas dibukanya kesempatan kerja tanpa ijazah. Mereka menilai program ini sebagai solusi nyata di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan, terutama bagi masyarakat usia produktif yang belum memiliki pendidikan formal.
Dengan membludaknya jumlah pendaftar, pihak penyelenggara menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara objektif, adil, dan transparan. Program ini diharapkan tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal Dan Berfanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian, Dan juga menjadi contoh model pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan yang dapat diterapkan di daerah lain.
Reforter : Sjk[jacklaksana]



