Bogor, Ciampea — onenews.co.id || Sabtu 8 November 2025, Fenomena Alam yang Jarang Terjadi Kembali Mengundang Perhatian Masyarakat. Di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Tumbuh Dan Mekar Sempurna Bunga Bangkai (Amorphophallus paeoniifolius) Di Area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Kampung Cikiray RT 02 RW 07. Kejadian ini Sontak Menjadi Buah Bibir Warga Dan Mengundang Rasa Penasaran Banyak Pihak.
Bunga Nangkai Dikenal Sebagai Salah Satu Tumbuhan Langka yang Hanya Mekar Dalam Waktu Singkat Dan Di Tempat-tempat Dengan Kondisi Ekosistem yang Masih Alami. Aromanya yang Menyengat Menyerupai Bangkai Hewan Menjadi cVri Khasnya, Namun Justru itulah Daya Tarik Tersendiri Dari Bunga Raksasa ini.
*Kepala Desa Bojong Jengkol, [Awaluddin- Ma’arifatullah] yang Turut Menyaksikan Langsung Fenomena Tersebut, Mengungkapkan Rasa Kagum Dan Bangganya.
“Kami Merasa Bangga Sekaligus Bersyukur Bisa Menyaksikan Secara Langsung Mekarnya Bunga Bangkai Di Wilayah kami. Ini Bukan Hanya Keindahan Alam Semata, Tetapi Juga Pertanda Bahwa Lingkungan Di Sekitar Kita Masih Memiliki Keseimbangan Ekosistem yang Baik. Pemerintah Desa Akan Berupaya Menjaga Lokasi ini Agar Tidak Dirusak, Bahkan Menjadikannya Sarana Edukasi Dan Wisata Lingkungan Bagi Masyarakat,” ujar Awaluddin Marifatullah [Kades Bojong Jengkol]
Sosok yang Pertama Kali Menemukan Bunga Langka itu Adalah Mbah Suma, Warga Sekitar yang Sehari-hari Menjaga Area Pemakaman. Ia Mengaku Melihat Pertumbuhan Bunga Tersebut Sejak Masih Berupa Umbi besar.
“Awalnya Saya Kira Cuma Umbi Biasa, Tapi Makin Hari Bentuknya Makin Aneh dan Besar. Sekarang Sudah Mekar Penuh, Baunya Memang Tajam, Tapi Bentuknya Cantik Sekali. Jarang-jarang Lihat Bunga Begini di Tempat Seperti ini,” Tutur Mbah Suma Dengan Wajah Sumringah.
Fenomena ini Segera Menarik Perhatian Warga Sekitar. Sejak kabar kemekaran Bunga Tersebut Tersebar. Menurut Beberapa Pemerhati Lingkungan, kemunculan Bunga Bangkai ini Menjadi Penanda Bahwa Tanah Dan Lingkungan Sekitar Masih Memiliki Tingkat Kesuburan Alami yang Tinggi. Oleh Karena itu, Penting Bagi Masyarakat Dan Pemerintah Desa, Untuk Menjaga Keseimbangan Alam Agar Fenomena Langka Seperti ini Dapat Terus Terjadi Di Masa Mendatang.
“Fenomena ini Bukan Sekadar Keindahan Alam, Tapi Juga Pesan Dari Bumi Agar Kita Lebih Peduli, Tidak Merusak, Dan Terus Menjaga Kelestarian Lingkungan,” Tutup Awaluddin Ma’arifatullah [kepala Desa Bojong jengkol]
Fenomena Langka ini Diharapkan Dapat Menjadi Momentum Bagi Warga Bojong Jengkol Dan Sekitarnya Untuk Semakin Mencintai Alam Serta Memperkuat Kesadaran Bersama Bahwa Keindahan Sejati Bukan Hanya Terletak Pada Pemandangan, Tetapi Juga Pada Harmoni Antara Manusia Dan Alam Semesta.
Reporter: Sjk (Jack Laksana)
Editor: Redaksi OneNews.co.id



