Partai PKN ( Partai Kebangkitan Nusantara) Adakan Press Conference di Gedung KPU Kabupaten Bogor

KAB.BOGOR, OneNews.co.id - Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Bupati Kab. Bogor Iwan Setiawan, Ketua DPRD Kab. Bogor Rudy Susmanto, Ketua Pimcab PKN Kab. Bogor Delf Morce Dibeli, Ketua Pimda PKN Provinsi Jabar Lukman Manalung, Ketua Bidang Organisasi Imam Fauzi Pimcab PKN Kab. Bogor, dan seluruh Anggota dari Fraksi PKN (Partai Kebangkitan Nusantara), acara ini dilaksanakan di gedung KPU Kab. Bogor. Sabtu (13/05/2023). 

" Ada 55 Caleg di Kabupaten Bogor Perjuangan kami dari bawah dan gotong royong dari kami itu kuat jadi kami bisa menarik simpati dari masyarakat itu sendiri, dan kami berusaha untuk menarik suara-suara di Kab. Bogor, tujuannya dari masyarakat untuk masyarakat. Milenialnya itu 40 persen, harapannya itu kita 1 Praksi 1 Dapil tetap 1 kursi dan harapannya kita bisa memajukan masyarakat Kabupaten Bogor, untuk perempuan ada 30 persen bahkan ada yang lebih ada yang 40 50 persen di setiap Dapil nya. Tutur Delf Morce Dibeli (Ketua Pimcab Kab. Bogor). 

Imam Fauzi mengatakan bahwa, " Harapan dari PKN Kab Bogor semua kita Fraksi 1 Dapil minimal harus ada yang lolos di PKN ke depannya, dan harapannya bisa mengajak Caleg-Caleg milenial yang lain juga untuk memajukan Kabupaten Bogor, dan saya sendiri mencalonkan di DPD Jawa Barat, Ucapnya. 

" Kita memilih isu-isu pemilihan di Jawa Barat, Jabar Digital hanya kota-kota tertentu yang sinyalnya kuat, PKN bertekad digitalisasi Jawa Barat ini benar-benar berjalan dengan adil dan merata, untuk sunguh-sungguh menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik, sebagai dasar untuk menuju pemerintahan digital se-Indonesia. Kami juga adakan program prioritas unggulan seperti desa digital, desa tangguh bencana, kemudian desa milenial, desa wisata, desa bebas tangguh bencana, program desa unggulan, desa bersih dari sampah, dan desa bebas stunting dan gizi buruk, itulah program-program kita itu berbasis di pedesaan dengan didukung oleh data desa presisi, " Ucap Lukman Manalung. 

Lanjutnya, PKN melihat saat ini data desa belum presisi dan kita akan menggunakan mengusulkan data desa presisi misalnya untuk menuntaskan kemiskinan harus by name by adress, untuk bantuan beasiswa, harus jelas desa nya di mana kelurahannya apa sampai ke tingkat yang mikro, Tutupnya. 


Reporter : (Nina Karningsih) 

Editor: Red